Samarinda (28/11/2018), Dalam rangka mewujudkan optimalisasi penerimaan negara dari sektor pajak di bidang ekspor, yaitu PPh Pasal 22, Bea Cukai Samarinda menyelenggarakan acara Coffee Break bersama Eksportir dan PPJK. Bertempat di aula Banua Caraka, acara ini mengambil tema “ Langkah Menuju Pengawasan dan Pelayanan Ekspor Batubara Secara Prima”. Dengan dihadiri sekitar 30 perusahaan Eksportir dan PPJK, acara berlangsung seru dan menarik. Berbagai kendala yang dihadapi oleh mereka disampaikan pada acara ini.


Sebagai sebuah kantor yang hampir 85% kegiatan ekspornya adalah batubara, tentunya Bea Cukai Samarinda harus fokus dan maksimal, baik dari segi pelayanan maupun pengawasannya. Berdasarkan data mulai bulan Januari s.d. Oktober tahun 2018, Kantor ini melayani sekitar 82 Perusahaan Eksportir Batubara dengan jumlah PEB 2.159 buah dan penerimaan pajak PPh Pasal 22 mencapai sekitar Rp. 271.076.379.254. –

Wilayah pengawasan Kantor Bea Cukai Samarinda meliputi kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kabupaten Kutai barat, Kabupaten Mahakam Ulu, Handil II, Muara Sanga-sanga, Muara Badak, Tenggarong, Temindung dan Tanjung Santan. Bukan suatu perkara yang mudah untuk dapat melakukan pengawasan dengan wilayah pengawasan yang begitu luas. Tapi Bea Cukai Samarinda bertekad, bahwa pengawasan tetap dilaksanakan secara maksimal, karena di ekspor batubara ada hak-hak negara yang harus terpenuhi.
 –
Dalam sambutannya Kepala Kantor Bea Cukai Samarinda, Yudiyarto mengatakan bahwa, hari ini kita berkumpul, dimaksudkan agar kedepannya pelayanan Bea Cukai khususnya Bea Cukai Samarinda semakin baik dan meningkat, pengawasannya juga akan semakin efektif dan kepada para pengusaha Eksportir semakin taat terhadap peraturan yang berlaku.


 #beacukai
#beacukaimakinbaik
#beacukaisamarinda
#bckalbagtim
#kemenkeuri

News

JASA PEMBUATAN WEBSITE & SOFTWARE