Samarinda (13/09/2018), Menindaklanjuti Peraturan Menteri Keuangan nomor : 146/PMK.010/2017 Tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau dan dalam rangka ikut mensukseskan program optimalisasi penerimaan negara di bidang cukai, Bea Cukai Samarinda menyelenggarakan acara sosialisasi dengan mengambil tajuk “ Pengenaan Tarif Cukai Terhadap E-Liquid/Cairan Vape”.

Acara tersebut diselenggarakan di Aula Kantor Bea Cukai Samarinda dan dihadiri oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kaltim, Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Perindakop) Provinsi Kaltim, Dinas Pariwisata Kota Samarinda, Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Pengusaha Pabrik dan Distributor e-liquid/cairan vape serta anggota Assosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) cabang Samarinda.

Sosialisasi ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memberikan informasi yang jelas bagi masyarakat, tentang ditetapkannya objek cukai baru berupa hasil pengolahan tembakau lainnya yang terdiri dari ekstrak/essens tembakau atau disebut sebagai e-liquid/cairan vape, tembakau molasses, tembakau hirup dan tembakau kunyah.

Ekstrak/essens tembakau merupakan hasil pengolahan tembakau berbentuk cair atau padat yang berasal dari daun tembakau yang diekstrak, dan konsumsinya dengan cara dipanaskan secara elektrik, kemudian dihisap. Adapun besaran tarif cukai terhadap hasil pengolahan tembakau lainnya adalah sebesar 57% dari Harga Jual Eceran (HJE) dan berlaku mulai tanggal 1 Juli 2018 dengan waktu relaksasi sampai dengan 1 Oktober 2018.

Dalam sambutannya Kepala Bea Cukai Samarinda, Yudiyarto mengatakan “Diharapkan kepada semua pihak baik produsen maupun distributor untuk memenuhi aturan yang ada, karena aturan sudah jelas, dan mulai 1 oktober semua vape yang beredar sudah harus dilekati pita cukai”.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Bea Cukai Samarinda menyerahkan NPPBKC kepada pengusaha pabrik e-liquid/cairan vape (HPTL) di wilayah Samarinda. Karena sebelumnya, penerbitan NPPBKC hanya pernah diberikan kepada distributor/penyalur. Sehingga nantinya Bea Cukai Samarinda akan pertama kali melayani kegiatan pemesanan pita cukai.

Penyerahan NPPBKC kepada pengusaha pabrik e-liquid/cairan vape (HPTL) ini juga sekaligus menjadi yang pertama untuk wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Proses penyerahan NPPBKC dilakukan secara simbolis oleh Kepala Kantor Bea Cukai Samarinda (Yudiyarto) kepada Randy Rakhmadany sebagai pemilik U.D. Flavareborn Indonesia.

Peserta yang hadir sangat mengapresiasi akan terselenggaranya acara ini. Hal itu terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang disampaikan pada sesi tanya jawab, mengingat pengenaan cukai terhadap e-liquid ini adalah suatu hal yang baru dan memerlukan banyak dukungan dari semua pihak.

Sebagai ice breaking pada sosialisasi kali ini, ditampilkan demonstrasi “vape trick” oleh Deni Fitrik Gilson, salah seorang pemenang kejuaraan vape trick wilayah Kalimantan Timur

#beacukai
#beacukaisamarinda
#beacukaimakinbaik
#bckalbagtim
#kemenkeu
#stoprokokilegal

News

JASA PEMBUATAN WEBSITE & SOFTWARE